<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373559996400584537</id><updated>2011-07-31T16:55:01.736+07:00</updated><title type='text'>Ar.Siluet.Er  05.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arsilueter05.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373559996400584537/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsilueter05.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ArsiLueter 05.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14427009941566286333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TBz01d4dbGI/AAAAAAAAAAU/NUilsPBWtks/S220/IMG_0148.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6373559996400584537.post-2718847163558204117</id><published>2010-06-21T20:16:00.000+07:00</published><updated>2010-06-21T20:23:51.794+07:00</updated><title type='text'>Permukiman Warisan Tradisional Lampung</title><content type='html'>&lt;span style="color: #ff9966; font-size: 180%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Desa kenali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-family: webdings;"&gt;Lampung Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9TJQxuM3I/AAAAAAAAAFc/kXMl7LmxpwA/s1600/Picture1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485194289747997554" src="http://1.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9TJQxuM3I/AAAAAAAAAFc/kXMl7LmxpwA/s320/Picture1.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 222px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Antara Sejarah &amp;amp; Legenda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari salah satu legenda tentang sejarah Kenali seperti yang diceritakan dari mulut kemulut di desa Kenali, berupa kejadian jauh sebelum agama islam masuk ke daerah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BELALAU&lt;/span&gt; di sebuah dataran sebelah selatan danau Ranau , tersebutlah kisah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada suatu saat dari Hindia Belakang berlayarlah seorang pelaut yang bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;LALAULAH&lt;/span&gt; bersama 9 orang teman karibnya. Mereka berlayar ke arah timur setelah mampir di Filipina selama beberapa waktu, mereka berlayar kembali dan sampai di Sumatra Barat serta menetap disana untuk sementara waktu. Pagaruyung mereka meneruskan pelayaran ke arah selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sesampainya di perairan Samudra Hindia yang ganas perahu mereka rusak diterjang gelombang samudra dan terdampar di Krui. Kemudian mereka mendarat dan melakukan perjalanan naik ke dataran tinggi yang mereka namakan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; PESAG&lt;/span&gt;I, karena dari puncak gunung tersebut dapat memandang ke segalah arah dan terlihat selalu sama. Dari atas puncak gunung itu Lalaulah dan anak buahnya melihat ke arah hutan yang lebat, lalu mereka turun ke sana. Ternyata hutan tersebut merupakan hutan pohon Sekala yang sangat lebat, karena itu daerah tersebut mereka namakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SEKALA BERAK (berak artinya luas).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di dalam hutan yang sangat luas tersebut mereka menemukan sebuah pohon aneh, pohon nangka yang mempunyai cabang dari jenis pohon lain yaitu sejenis pohon hutan bergetah yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SEBUKAU&lt;/span&gt;, karena itu pohon tersebut dinamakan Nangka Sebukau atau Melasa Keppapang. Disanalah mereka bersama penduduk asal daerah itu mereka menamakan dirinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BUAY TUMI&lt;/span&gt; di sanalah mendirikan kampung yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Sekala Berak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penduduk Kenali percaya bahwa asal usul desa Kenali pertama kali berada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BERSANI &lt;/span&gt;di daerah kaki gunung pesagi sebelum pindah ke Kenali Tuho dan kemudian ke lokasi Kenali yang sekarang. Bernasi dahulu dihancurkan musuh rata dengan tanah, terutama saat datang Islam ke Belalau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9TaYGJ78I/AAAAAAAAAFk/9VZFxUf7lug/s1600/Picture2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485194583770525634" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9TaYGJ78I/AAAAAAAAAFk/9VZFxUf7lug/s320/Picture2.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 320px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 312px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Lokasi &amp;amp; Perpindahan Desa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kalau kita mengikuti sejarah keberadaan desa Kenali itu tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan gunung Pesagi di daerah Belalau sendiri. Dikisahkan pada masa kejayaan kerajaan Kenali desa itu dibangun tepat di kaki lereng gunung Pesagi sebuah gunung legendaris yang penuh misteri sama halnya dengan kerajaan Kenali itu sendiri, di sebuah dataran yang disebut Bernasi. Menurut keyakinan orang Kenali, setelah masuknya agama islam ke Belalau, kerajaan Kenali di lereng gunung Pesagi dihancurkan musuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penduduknya pindah ke Kenali Tuho yang dikenal dengan Pekon Undok terletak di sebelah Timur lokasi desa Kenali yang ada sekarang. Pada masa penjajahan Belanda di daerah belalau dibuka jalan baru sampai ke desa Kenali sekarang. Kemudian penduduk desa Kenali pun pindah ke desa Kenali sekarang menyesuaikan dengan keberadaan jalan itu. Pada saat gempa bumi besar tahun 1933 sebagian desa Kenali ikut runtuh sehingga ada rumah – rumah yang dulu mereka pindahkan dibangunan baru dengan struktur dan konstruksi yang berbeda dengan sebelumnya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Desa kenali yang ada sekarang pada awal perpindahannya sebenarnya terdiri dari tiga buah desa yang lama kelamaan berkembang dan menjadi satu desa Kenali. Pada saat ini desa Kenali terletak tepat di sebelah sebuah jalan raya yang menghubungkan kota Kotabumi dengan kota Liwa dan diapit dua buah sungai yaitu Way Semangka di sebelah Utara serta Way Lakak di sebelah Selatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Tinjauan Arsitektur Tradisional KENALI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Bentuk Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dari hasil observasi terhadap bentuk bangunan arsitektur tradisional Lampung yang terdapat&lt;br /&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; desa Kenali saat ini, maka bentuk arsitekturnya dapat dikatakagorikan kedalam 4 macam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; bangunan yang dominan antara lain adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;• Tata letak dan lingkungan desa yang dinamakan Pekon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;• Rumah tinggal yang dinamakan Lamban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;• Lumbung yang dinamakan Walay.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;• Situs pemujaan jama poyang yang berupa altar berbentuk batu keppapang untuk pabon&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;   yang teretak pada komplek pemakaman tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9T8uGDy2I/AAAAAAAAAFs/EAIZx5_IvHw/s1600/Picture3.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485195173791255394" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9T8uGDy2I/AAAAAAAAAFs/EAIZx5_IvHw/s320/Picture3.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 311px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Pekon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pekon Kenali pada awalnya terletak di daerah lereng gunung Pesagi di dataran yang disebut Bernasi, bentuk desa awal ini kini tidak mungkin ditelusuri kembali karenamenurut penduduk setempat desa itu telah hancur dantertimbun tanah.Dari Bernasi penduduk Pekon Kenali awal pindah ke Pekon Kenali Tuho yang dikenal dengan nama Pekon Undok terletak di bagianatas di sebelah timur desa kenali yang ada sekarang, menurut informan para tetua Kenali pola pemukiman ini berbentuk melingkar sedikit Oval.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VHBVyOkI/AAAAAAAAAF0/K-dJZs4fFow/s1600/Untitled-1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485196450267806274" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VHBVyOkI/AAAAAAAAAF0/K-dJZs4fFow/s320/Untitled-1.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 114px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan pindahnya penduduk ke Pekon Kenali sekarang pola pemukiman dalam bentuk lama sudah ditinggalkan, karena lingkungan pemukiman desa sudah menyesuaikan dengan adanya jalan raya yang dibuat oleh pemerintah Belanda pada masa itu. Pada tahap pertama pertumbuhan desa Kenali memanjang ke kiri kanan jalan raya utama. Kemudian setelah penduduknya kian bertambah maka keturunan generasi selanjutnya mengembangkan pemukimannya ke arah selatan sejajar dengan pola desa yang ada membentuk desa saf ke tiga sejajar dengan desa ke satu dan ke dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dengan adanya pola pengembangan ini pada masa sekarang, pengertian pusat pada sebuah desa mulai kabur. Terlihat arah pengembangan desa cendrung membuat sumbu ke gunung pesagi, bagi generasi yang lebih muda terus bergeser ke selatan, sehingga sangat memperkuat arah orientasi utara selatan yang ditandai oleh adanya gunung Pesagi sebagai pusat kekuatan kosmos dan orientasi kesakralan. Walaupun sesungguhnya orientasi rumah tetap ke arah jalan utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Lamban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lamban di desa Kenali adalah tempat tinggal keluarga batih, kehidupan bersama dalam sebuah rumah di ibaratkan sebagai berlayar dengan sebuah kapal, karena itu bagi keluarga yang tidur dalam sebuah rumah dahulu dikenai aturan harus membujur kearah haluan disebut tidur jura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VnL2QF4I/AAAAAAAAAGE/k0HqLhWngHs/s1600/Picture4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485197002844149634" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VnL2QF4I/AAAAAAAAAGE/k0HqLhWngHs/s320/Picture4.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 222px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada bangunan arsitektur tradisional kenali yang tua terdapat dua jenis tipe rumah tinggal atau Lamban. Jenis pertama adalah rumah tempat tinggal untuk para bangsawan desa atau golongan punyimbang, sedang jenis lainnya adalah rumah yang diperuntukkan bagi penduduk golongan masyarakat biasa bukan keturunan keluarga punyimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;secara umum bentuk tersebut hampir sama, perbedaan yang pokok hanyalah terletak pada adanya penambahan denah ruang ke arah belakang serta adanya tambahan hiasan dalam bentuk perlambang dengan atribut – atribut tertentu bagi rumah para bangsawan dan punyimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bentuk umum rumah tua masyarakat tradisional desa Kenali adalah rumah penggung yang tidak terlalu tinggi, kira-kira sekitar 1.5 m tingginya dari tanah. Dilihat dari bentuk atapnya, rumah tradisional Kenali berbentuk tajug atap piramida atau tenda. Bentuk denah dasar dari rumah tradisional Kenali adalah Pesagi (persegi empat) dengan sedikit penambahan atapnya ke arah samping. Seiring waktu bentuk rumah pada masyarakat Kenali atapnya berbentuk limasan dan bentuk dasar denahnya adalah persegi panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Walay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bangunan lumbung di desa Kenali dan daerah Belalau lebih dikenal dengan sebutan Walay. Bangunan Walay tradisional desa Kenali merupakan bangunan kecil berukuran sekitar 2 x 2 M2, terbuat dari kayu dengan atap ijuk berbentuk Tajug (atap piramidal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VHfwfefI/AAAAAAAAAF8/ROrGL3aUMqg/s1600/Picture6.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485196458432887282" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9VHfwfefI/AAAAAAAAAF8/ROrGL3aUMqg/s320/Picture6.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 199px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bangunan Walay berbentuk panggung setinggi 1 m, sistem peninggian lantainya menggunakan tumpukan kayu bulat yang bersilangan terletak di atas umpak batu untuk menjaga kontak langsung dengan permukaan tanah agar kayu landasan penggungnya tidak cepat lapuk dan rusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bentuk bangunan Walay seperti ini di desa Kenali pada saat ini tidak ditemukan lagi, karena sekarang bentuk peninggian latai sudah menggunakan tiang – tiang untuk menghindari naiknya tikus ke dalam lumbung lewat tumpukan kayu – kayu landasannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Altar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berdasarkan artefak budaya dan bangunan arsitektur Lampung di desa Kenali banyak didapat artefak budaya jaman megalit, salah satunya berupa altar tempat upacara Pabon sebagai cerminan ritual jaman nenek moyang untuk mempersembahkan korban berupa anak perawan yang sudah meningkat dewasa kepada dewa – dewa dan nenek moyang serta sumber – sumber kekuatan supra natural lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9V1OHogTI/AAAAAAAAAGU/UxzAoBcPf8E/s1600/Picture7.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485197243972092210" src="http://2.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9V1OHogTI/AAAAAAAAAGU/UxzAoBcPf8E/s320/Picture7.gif" style="cursor: pointer; display: block; height: 311px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dilihat dari bentuk arsitekturnya, bagian – bagian pelataran upacara terdiri dari susunan batu– batu pipih yang diletakkan di tanah secara berurutan sebanyak 9 buah, disusun tiga buah berurutan ke belakang. Jarak antara batu – batu tersebut adalah sekitar 5M ke arah samping dan 5M ke belakang. Ini dimaksudkan sebagai tempat duduk para raja dan pimpinan desa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9WEgp3-UI/AAAAAAAAAGc/_JurY6PzPX8/s1600/Picture8.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485197506645588290" src="http://3.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9WEgp3-UI/AAAAAAAAAGc/_JurY6PzPX8/s320/Picture8.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 223px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9WFMUSPKI/AAAAAAAAAGk/rxAoew-D1R4/s1600/Picture9.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485197518366194850" src="http://4.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9WFMUSPKI/AAAAAAAAAGk/rxAoew-D1R4/s320/Picture9.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 222px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Di depan 9 buah batu itu terdapat sebuah batu kepempang (bercabang) sejarak 4M menghadap ke arah utara arah gunung pesagi, yang melambangkan Culu Langi sebagai tempat turunnya roh- roh nenek moyang dan paradewa. Batu Keppampang itu menurut kisahnya adalah tempat meletakkan kepala korban untuk dipenggal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di sekitar tempat upacara Pabon terdapat tambak (kuburan) dan salah satu kuburanyang ada di situ ada yang dikeramatkan, yang dinamakan Tambak Begur sakti. Menurut kisah tambak Begur adalah kuburan tanpa badan milik seorang panglima perang kerajaan yang gugur di medan perang yang kepalanya dipotong musuh dengan menggunakan sembilu bambu. Kemudian kepala panglima tersebut dimakamkan di Kenali sedangkan tubuhnya tertinggal dimedan perang dan diakamkan di Krui, kedua kuburan tersebut masih dikeramatkan sampai sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #3366ff; font-family: arial;"&gt;By : Panji&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-family: arial;"&gt;(Ziarah Arsitektur HMTA UBL Jilid 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6373559996400584537-2718847163558204117?l=arsilueter05.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arsilueter05.blogspot.com/feeds/2718847163558204117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arsilueter05.blogspot.com/2010/06/permukiman-warisan-tradisional-lampung_21.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373559996400584537/posts/default/2718847163558204117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6373559996400584537/posts/default/2718847163558204117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arsilueter05.blogspot.com/2010/06/permukiman-warisan-tradisional-lampung_21.html' title='Permukiman Warisan Tradisional Lampung'/><author><name>ArsiLueter 05.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14427009941566286333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TBz01d4dbGI/AAAAAAAAAAU/NUilsPBWtks/S220/IMG_0148.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PGWnZcunHxY/TB9TJQxuM3I/AAAAAAAAAFc/kXMl7LmxpwA/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
